Tampilkan postingan dengan label Catatan Masa Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Masa Hidup. Tampilkan semua postingan

List 5! Film Cinta-cinta'an yang Mungkin Bisa Menjadikan Malam-Malam Minggu Kamu Lebih Inspiratif


Di tengah merebaknya marabahaya cinta, maka dari itu saya dengan kesadaran penuh mencoba membuat list ala ala kepada siapapun yang sedang mengapa. Silakan tanpa wa wi bu ke papan skor :

dipilih, dipilih, dipilih

1 (1931) City Lights by Charlie Chaplin
2 (1954) Rear Window by  Alfred Hitchcock
3 (1958) Vertigo by Alfred Hitchcock
4 (1959) Shadows by John Cassavetes
5 (1962) Lolita by Stanley Kubrick
6 (1977) Annie Hall by Woody Allen
7 (1984) Amadeus by Miloš Forman
8 (1984) Kerikil-Kerikil Tajam by Sjumandjaja
9 (1984) Paris, Texas by Wim Wenders
10 (1990) Days of Being Wild by Wong Kar-wai
11 (1993) Groundhog Day by Harold Ramis
12 (1994) Chunking Express by Wong Kar-wai
13 (1994) Forest Gump by Robert Zemeckis
14 (1997) The Eel by Shōhei Imamura
15 (1997) Titanic by James Cameron
16 (1998) Lola rennt by Tom Tykwer
17 (1998) Rushmore by Wes Anderson
18 (1998) Shakespeare in Love by John Madden
19 (1998) What Dreams May Come by Vincent Ward
20 (1999) Being John Malkovich
21 (1999) Eyes Wide Shut by Stanley Kubrick
22 (1999) Fly Me to Polaris by Jingle Ma
23 (1999) Happy End by Jung Ji-woo
24 (1999) Peppermint Candy by Lee Chang-dong
25 (2000) Cast Away by Robert Zemeckis
26 (2000) Il Mare by Lee Hyun-seung
27 (2000) In the Mood for Love by Wong Kar-wai
28 (2000) O Brother, Where Art Thou? By Ethan Coen, Joel Coen
29 (2000) The Isle by Kim Ki-duk
30 (2000) Virgin Stripped Bare by Her Bachelors by Hong Sang-soo
31 (2001) Address Unknown by Kim Ki-duk
32 (2001) Amélie by Jean-Pierre Jeunet
33 (2001) Bad Guy by by Kim Ki-duk
34 (2001) My Sassy Girl by Kwak Jae-yong 
35 (2001) One Fine Spring Day by Heo Jin-ho
36 (2001)Failan by Song Hae-sung
37 (2002) Balzac and the Little Chinese Seamstress by Dai Sijie
38 (2002) Oasis by Lee Chang-dong
39 (2002) The Count of Monte Cristo by Kevin Reynolds
40 (2003) Cold Mountain by Anthony Minghella
41 (2003) Love Actually by  Richard Curtis
42 (2003) The Classic by Kwak Jae-yong
43 (2003) The Room by Tommy Wiseau
44 (2004) 2046 by Wong Kar-wai
45 (2004) 2046 by Wong Kar-wai
46 (2004) 3 Iron by Kim Ki-duk
47 (2004) A Moment to Remember by John H. Lee
48 (2004) Eternal Sunshine of the Spotless Mind by  Michel Gondry
49 (2004) I Heart Huckabees by David O. Russell
50 (2004) Modigliani by Mick Davis
51 (2004) Samaritan Girl by Kim Ki-duk
52 (2004) The Notebook by Nick Cassavetes
53 (2004) Troy by Wolfgang Petersen
54 (2004) Windstruck by Kwak Jae-yong
55 (2004) Woman is the Future of Man by Hong Sang-soo
56 (2005) A Bittersweet Life by Kim Jee-woon
57 (2005) Broken Flowers by Jim Jarmusch
58 (2005) Sad Movie by Kwon Jong-kwan
59 (2005) The Bow by Kim Ki-duk
60 (2006) Heavenly Forest by Takehiko Shinjou
61 (2006) I'm Cyborg but That's OK by Park Chan-wook
62 (2006) The Fountain by Darren Aronofsky
63 (2006) The Illusionist by Neil Burger
64 (2006) The Science of Sleep by Michel Gondry
65 (2006) Time by Kim Ki-duk
66 (2006) Wristcutters: A Love Story by Goran Dukić
67 (2007) Atonement by Joe Wright
68 (2007) August Rush by Kirsten Sheridan
69 (2007) Juno by Jason Reitman
70 (2007) Lars and the Real Girl by Craig Gillespie
71 (2007) The Diving Bell and the Butterfly by Julian Schnabel
72 (2008) Dream by Kim Ki-duk
73 (2008) Fiksi. by Mouly Surya
74 (2008) Love Exposure by Sion Sono
75 (2008) Two Lovers by James Gray
76 (2008) Yes Man by Peyton Reed
77 (2008) Zack and Miri Make a Porno by Kevin Smith
78 (2009) 500 Days of Summer by Marc Webb
79 (2009) Air Doll by Hirokazu Koreeda
80 (2009) Cast Away on the Moon by Lee Hae-jun
81 (2010) Hari untuk Amanda by Angga Dwimas Sasongko
82 (2010) Love and Other Drugs by Edward Zwick
83 (2011) Friends with Benefits by Will Gluck
84 (2011) Just Go With It by Dennis Dugan
85 (2011) Two Strings Attached by Ivan Reitman
86 (2011) You Are the Apple of My Eye by Giddens Ko
87 (2012) A Muse by Jung Ji-woo
88 (2012) Great Expectations by Mike Newell
89 (2012) Moonrise Kingdom by Wes Anderson
90 (2012) Perahu Kertas 1 by Hanung Bramantyo
91 (2012) Silver Linings Playbook by David O. Russell
92 (2012) Ted by Seth MacFarlane
93 (2012) Upside Down by Juan Diego Solanas
94 (2013) Don Jon by Joseph Gordon-Levitt
95 (2013) Her by Spike Jonze
96 (2013) Last Love by Sandra Nettelbeck
97 (2013) Only Lovers Left Alive by Jim Jarmusch 
98 (2013) Our Sunhi by Hong Sang-soo
99 (2013) Perahu kertas 2 by Hanung Bramantyo
100 (2013) Upstream Color by Shane Carruth
101 (2013) Very Ordinary Couple by Roh Deok
102 (2013) What They Don't Talk About When They Talk About Love by Mouly Surya
103 (2014 )Sea Fog by Sim Sung-bo
104 (2014) A Girl at My Door by July Jung
105 (2014) Selamat Pagi, Malam by Lucky Kuswandi
106 (2014) Wood Job! by Shinobu Yaguchi
107 (2015) A Copy of My Mind by Joko Anwar
108 (2015) A Man Called Ove by Hannes Holm
109 (2015) Lady Chatterley's Love by Jed Mercurio
110 (2015) Negeri Van Oranje by Endri Pelita
111 (2015) Papertown by Jake Schreier
112 (2015) Right Now, Wrong Then by Hong Sang-soo
113 (2015) The Beauty Inside by Baik
114 (2015) The Lobster by Yorgos Lanthimos
115 (2016) Manchester by the Sea by Kenneth Lonergan
116 (2017) Bukaan 8 by Angga Dwimas Sasongko
117 (2017) Critical Eleven by Monty Tiwa, Robert Ronny
118 (2017) On the Beach at Night Alone by Hong Sang-soo
119 (2017) The Big Sick by Michael Showalter
120 (2017) The Shape of Water by Guillermo del Toro


Sepuluh Kata Benda atau Nomina yang Sebaiknya Dihapuskan dari Muka Bumi(Sepuluh Terlalu Banyak Tiga Dulu ya, nyicil :-) )


Misalkan kita di pelataran Tiben, berbicara tentang  kata, mendiskusikan satra, perihal frasa yang mesti dilenyapkan dari muka bumi. Apa yang timbul dalam benak asra? Tidak tahu. Biarlah yang kita tahu hanya bahwa esok hanya misteri seperti kata The Rain dan Hidup Mesti Terus Meski Misterius. Tetapi saya tergelitik untuk menulis judul-judul yang seperti di atas. Maka dari itu ketika diri saya bertanya tentang apa sepuluh kata yang harus dihapuskan dari muka bumi saya mencoba mengurai satu persatu, gulungan benang kusut yang silang-sengkarut di antara kita.

Inspirasi

Entah karena saya yang snob akut atau mengalami gejala sinis stadium Wembley, kata inspirasi dengan segala macam derivatnya: inspiratif, inspirator, menginspirasi, dan lain-lain, membuat saya kekal, maaf kesal. Saya yang mengalami masa kecil di SMA jurusan IPA ini cukup terganggu dengan penggunaan sedikit-sedikit inspirasi, sedikit-sedikit inspirasi, inspirasi kok sedikit-sedikit. Ini semacam merusak citra pemahaman dalam benak saya bahwa inspirasi adalah proses memasukkan udara melalui alat-alat pernapasan. Ingat napas dengan p bukan f.

Meskipun demikian, demikain apa? Di tengah kesibukan saya mengabdikan diri sebagai insan akademis ITB demi perkembangan Industri dan ilmu pengetahuan agar supaya menjamin kemaslahatan bangsa dan agama. (Bukan demi kepentingan pribadi yang berkedok kepentingan umum tentu) Saya menyempatkan diri untuk membuka KBBI dari taskbar desktop komputer saya, hasilnya inspirasi berarti ilham. Selayaknya manusia yang tidak pernah puas. Saya melanjutkan dengan mencari apa itu ilham.

Apa itu ilham? Sebelum apa saya akan jelaskan siapa itu Ilham dengan I besar. Ilham adalah nama pemain timnas U-19 yang  sempat menjadi idola saya. Dia biasa dipasang sebagai penyerang sayap kiri atau kanan. Dia mempunyai akselereasi di atas rata-rata pemain AFF U-19 waktu itu. Amat sering ia menyusahkan pemain belakang lawan-lawannya. Ilham kini bermain untuk klub bola Surabaya United. Usianya baru 21 tahun. Ini mungkin ada kaitannya dengan regulasi PSSI soal pemain muda yang wajib ada di kompetisi LIGA GOJEK dan Traveloka ini.

Sedangkan menurut hasil salin-tempel saya dari KBBI ilham itu seperti ini :  il·ham n 1 petunjuk Tuhan yg timbul di hati: ibu Nabi Musa mendapat -- supaya memasukkan anaknya ke dl peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil; 2 pikiran (angan-angan) yg timbul dr hati; bisikan hati; 3 sesuatu yg menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb): di tempat pengasingannyalah ia mendapat -- untuk mencipta lagu-lagu perjuangan;

Saya tidak mengusulkan agar inspirasi diganti dengan kata lain. Agar itu lebih enak dinikmati saja, dimakan di hari yang panas, mencuci mulut yang kotor sehabis banyak berdusta dan melontarkan kata-kata kotor juga. Karena rinso tidak menyediakan itu. Saya terganggu saja, kenapa? Mungkin karena penggunaan itu berefek kepada pendangkalan sistem pencarian manusia akan ide-ide kebenaran-kebenaran kecil dan perangkat pikiran yang subtil lainnya. Inspirasi merupakan bagian dari sistem Respirasi yang terdiri dari pergantian terus menerus insipirasi dan ekspirasi. Menghirup dan mengeluarkan udara.

Wah memang kamu inspiratif sekali ibarat udara yang kuhirup demi melanjutkan kehidupan. Demi memasukkan oksigen ke dalam tubuh untuk proses oksidasi dan metabolisme seperti daur Krebs.

Apresiasi

Apresiasi kalau yang ini mungkin bersinonim dengan pujian. Saya harus mengakui bahwa saya suka pujian. Meskipun saya tahu bahwa pujian bisa berdampak negatif bagi perkembangan orang-orang tertentu. Masih ingat dengan Whiplash? J.K. Simmon yang jadi guru killer itu bilang di film itu bahwa dua kata paling bahaya dalam kosakata Inggris adalah good job. Pujian adalah bahaya. Pujian juga ujian bukan? Nah saya sudah tidak tahu lagi, eh iya meskipun pujian kok malahan ngomongin pujian ya? Bodohnya saya. Apresiasi.

Apresiasi sendiri bagi saya adalah lawan dari depresiasi. Waktu mengambil mata kuliah Proyek Rekayasa Interdisiplin saya memiliki kesan tertentu terhadap kata apresiasi, meskipun sebelumnya apres bagi saya adalah sebuah unit musik pada saat OHU (Open House Unit) sekitar enam tahun lalu. Depresiasi itu adalah penurunan nilai guna suatu barang seiring berjalannya waktu. Baik itu jalan kaki, jalan macet atau jalan berlubang. Tetapi bukan jalan ke surga ya ! Ada namanya koefisien depresiasi. Faktor pengali untuk kejadian depresiasi, besaran untuk menghitung pengurangan nilai guna atau performansi barang itu.

Oke apresiasi adalah kenaikannya, menurut saya. Apresiasi mungkin menaikkan nilai sesuatu. Bukan nilai UTS ya. Karena itu sudah berlalu. Apresiasi menghargai? Mungkin

Tapi kalau Apresiasi adalah menganggap sesuatu lebih penting daripada yang lain? Entahlah !

Tips

Tips yang bahkan tidak ada dalam perangkat lembut KBBI milik saya ini mengingatkan saya kepada tips menulis buku best seller yang amat saya jumpai di dunia maya. Tips yang kemudian dibuatkan novelnya oleh Orang Cerdas bernama Martin Suryajaya: Kiat Sukses Hancur Lebur. Oh iya bahkan kitab suci kabarnya tidak judul bab atau semacamnya yang begini: Tips Masuk Surga atau Kiat Masuk Surga Secepat Kilat. 300.000 km/detik maksudnya.

Tips juga hadir dalam bentuk lain seperti langkah-langkah. Entah mengapa saya skeptis dan cenderung membenci langkah keajaiban rejeki 7 hari menjadi kaya. Mungkin karena diri saya yang sudah sering gagal sehingga menempa diri saya menjadi pesimis. Sehingga apa lagi? Tidak tahu

Tetapi siapa yang tahu cara dunia bekerja. Bukankah yang kebanyakan itu misal saja hanya sedikit yang masuk surga ‘kan? Jikalau memang ingin. Jangan-jangan demokrasi adalah bentuk dari simulasi kebodohan. Bukankah orang awam adalah massa yang mudah terpengaruh? Terombang-ambing tak ada uang. Jangan-jangan yang best-seller best-seller adalah tipuan. Bagaimana halnya dengan keserupaan keseragaman? Di mana posisi sesuatu yang personal, yang partikular.


Saya sebenarnya tidak tahu sedang menulis apa. Tapi ya begitulah namanya juga anak muda, eh mahasiswa boleh salah kan? Demi menjadi penulis besar yang best seller, demi kebaikan kita bersama marilah menghapuskan tiga kata ini saja mudah-mudahan kita menemukan diri kita sendiri. Amin. Tapi tenang saya sebisa mungkin akan berusaha untuk tidak akan menuliskan tips menemukan diri sendiri dalam waktu sepertigapuluh detik !

Hierarki Kepintaran Mahasiswa Menurut Kukuh Samudra

       Manakala berbincang tentang berbagai topik yang tidak jelas, aku menyimak pembicaraan Kukuh mengarah kepada pendapatnya atas situasi dan kondisi mahasiswa di kampus ini. Kukuh melontarkan tesisnya tentang hierarki kepintaran mahasiswa. Rasa saya, terminologi ini sebenarnya tidak berasal dari buku manapun tetapi sedikit ada mirip dengan Hierarki Kebutuhan Maslow. Oke seperti biasa, tanpa memperpanjang mukaddimah. Langsung saja. Ekhhm.

Analisis Struktur dan Semiotik Lirik Lagu ‘Puan Kelana’ karya Silampukau


Tulisan di bawah ini merupakan sedikit percobaan penulis dalam menganalisis sebuah lirik lagu. Sebenarnya metode yang penulis gunakan lebih cocok diaplikasikan pada sebuah teks puisi. Namun begitu, terimasajalah apa adanya. Mohon maaf bila tulisan ini  kurang komprehensif dan terkesan berserak. Memang demikianlah yang sanggup dikerjakan penulis pada kesempatan ini. Mudah-mudahan ada manfaat. Wassalam. 


Komentar Singkat serta Curhat kepada Silampukau


Pertama aku mendengar lagu tentang anak yang main bola dan lapangan mereka yang berubah jadi gedung. Waktu itu di sebuah sekretariat unit baca tulis di kampus ITB Ganesha. Aku penasaran, lagu-lagu yang tidak biasa itu muncul dari laptop Choirul ternyata. Entah kenapa, kembali rasanya aku ke masa kecil di kampung, di pedalaman Sumatera. Sekitar 320 km ke arah utara dari Kota Padang. Sebuah desa kecil anggap saja namanya Ujung Gading. Ya mendengar lagu itu, meskipun lapangan bola kami waktu SD sampai sekarang masih sama, belum berganti gedung. Tetapi tetap saja ada kenangan yang mencoba menyelip dalam bayangan. Bergawang sandal. Uh, indahnya masa kecil.

Buat Kukuh

Buat Kukuh
(Semacam tanggapan mungil atas Untuk Asra)

Tahu bulat sedang terkenal. Di facebook, di seloroh antara percakapan mahasiswa di kampus diselang diskusi filsafat, hidup, mati, seks, dan cinta dan hal-hal esensial di dalam ketiganya : uang. Bahkan kudengar berita dari beberapa kawan, tahu bulat sudah ada juga di Jakarta, di Jogjakarta pun. Tahu bulat sudah menjamur (dengan asumsi tahu bulat berasal dari Bandung, dengan alasan langgam Sunda penyanyinya) mengalahkan jamur krispi di musim hujan.
Aku mengenal tahu bulat ini beberapa tahun yang lalu. Di saat masih euforia diterima di ITB. Kampus yang katanya terbaik. Jujur saja, waktu SMA itu, aku membayangkan, ketika nanti sudah lulus dari ITB, aku akan bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji 60 juta sebulan.